sebuah rasa
Kau takkan pernah sadari Kau yang selalu aku banggakan Kau takkan pernah mengerti Kau yang selalu aku inginkan Dalam setiap lamunan Ku teringat sosok diri itu Yang kuletakkan di halaman terdepan Dalam sebuah buku kisah hati Dan kuterlanjur berikan padanya Yang mungkin kupercaya Tapi, kusadari Hanya terbuang tak berarti Apa daya kuperbuat Biru tlah menjadi coklat Baru kusadari Sesal bukan diawal, tapi diakhir Dulu falling love Kini falling down Dilema pun menghantui lubuk hati terdalam Kecewa buatku terpuruk, tenggelam Dikala lembayung senja masih menempel di langit Aku dilanda tusukan tersakit Tapi kurasakan pelukan hangat sang mentari Bisikkan sebuah jawaban Yakni, berdamai dengan keadaan